Sabtu, 06 Juni 2015

kemiskinan dan kesenjangan



KEMISKINAN DAN KESENJANGAN

KONSEP DAN PENGERTIAN KEMISKINAN

Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana terjadi ketidakmampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya seperti makan, pakaian, tempat tinggal, pendidiukan dan bahkan ketidakmampuan dalam hal kesehatan.

Pada saat ini tidak jarang kita menemukan bahkan tidak asing lagi bagi kita yang namanya kemiskinan, tidak hanya di pedesaan, di perkotaan kita juga sering melihat dan menemui orang-orang yang hidupnya tidak layak dari segi pekerjaan, tempat tinggal, ada yang bertahan sampai bertahun-tahun di bawah kolong jembatan, di pinggir rel kereta api, ada yang tinggal di pinggir kali, bahkan ada juga yang luntang lantung di pinggir jalan, yang menyandarkan hidupnya dari memulung, mengemis, agar dia bisa membeli makanan untuk keluarga untuk tetap bertahan hidup, bahkan tidak jarang mereka memakan makanan sisa yang mereka dapatkan. Hal seperti ini terjadi karena kurangnya perhatian pemerintah, dan kurangnya lapangan pekerjaan yang lebih layak, sehingga mereka hidup dalam kemiskinan dan kehidupan yang tidak layak.

Seperti gambar di bawah ini:









Kemiskinan dapat dilihat dari dua sisi yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif adalah konsep kemiskinan yang mengacu pada kepemilikan materi dikaitkan dengan standar kelayakan hidup seseorang atau kekeluarga. Kedua istilah itu menunjuk pada perbedaan sosial (social distinction) yang ada dalam masyarakat berangkat dari distribusi pendapatan. Perbedaannya adalah bahwa pada kemiskinan absolut ukurannya sudah terlebih dahulu ditentukan dengan angka-angka nyata (garis kemiskinan) dan atau indikator atau kriteria yang digunakan, sementara pada kemiskinan relatif kategori kemiskinan ditentukan berdasarkan perbandingan relatif tingkat kesejahteraan antar penduduk.

GARIS KEMISKINAN
Garis kemiskinan  digunakan untuk mengukur tingkat kemiskinan rakyat dan mempertimbangkan pembaharuan sosio-ekonomi, misalnya seperti program peningkatan kesejahteraan dan asuransi pengangguran untuk menanggulangi kemiskinan. Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) merupakan penjumlahan nilai kebutuhan minimum dari komoditi-komoditi non-makanan terpilih yang meliputi perumahan, sandang, pendidikan dsan kesehatan. Pemilihan jenis barang dan jasa non makanan mengalami perkembangan dan penyempurnaan dari tahun ke tahun disesuaikan dengan perubahan pola konsumsi penduduk. Sedangkan garis kemiskinan makanan adalah penjumlahan nilai yang di keluarkan setiap tahunnya untuk kebutuhan makanan, gizi yanng seimbang.
Dapat kita lihat garis kemiskinan dari tahun 1996-2011 di bawah ini:

PENYEBAB DAN DAMPAK KEMISKINAN
Kemiskinan adalah dimana seseorang kekurangan dan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan mereka baik dalam segi makanan, pakaian, maupun tempat tinggal. Di negara Indonesia angka kemiskinan selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan kejadian ini c kemiskinan terjadi pasti ada penyebabnya.
Ada empat faktor penyebab terjadinya keniskinan :
  1. Korupsi : penyebab terjadinya kemiskinan di indonesia salah satunya korupsi, karena bantuan yang seharusnya disalurkan bagi masyarakat yang kurang mampu untuk kelangsungan hidup mereka, malah di ambil dan dikuasai oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
  2. Sumber daya alam  (SDA) : seperti yang kita ketahui Indonesia memiliki sumber daya alam yang banyak dan melimpah, tetapi karena kualitas sumber daya alam yang kurang baik, dan kurangnya kemampuan orang untuk mengolahnya, menyebabkan angka kemiskinan setiap tahunnya bertambah.
  3. Keyakinan seseorang bahwa anak tabungan masa depan : karena keyakinan seseorang tentang banyak anak merupakan tabungan masa depan menyebabkan kusilitan dalam kehidupan ekonomi, malah menjadi beban bagi mereka untuk menghidupi, dan memberi pendidikan yang layak untuk anaknya.
  4. Tingginya angka kriminalitas : kriminalitas di Indonesia sangat banyak dan sering kita temui, akibat ulah mereka yang melanggar hukum, membuat mereka harus mendekam di dalam hotel prodeo, kebanyakan dari mereka merupakan kepala keluarga, jadi kalau mereka sudah di tangkap oleh pihak yang berwajib maka keluarga mereka akan kesusahan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi untuk sehari-hari.

Kemiskinan dapat juga disebabkan oleh:
·         rendahnya kualitas angkatan kerja
·         akses yang sulit dan terbatas terhadap kepemilikan modal
·         rendahnya tingkat penguasaan teknologi
·         penggunaan sumberdaya yang tidak efisien,
·        pertumbuhan penduduk yang tinggi (Sharp et al, 2000).

Dampak dari hal-hal tersebut adalah jika semakin banyak para koruptor, dan tingginya kriminalitas, maka rakyat akan selalu berada dalam kehidupan yang tidak layak, kurangnya makanan yang bergizi, berkurangnya kesehatan, jika hal ini sudah terjadi tidak jarang anak-anak mereka mengalami penyakit yang serius, seperti busung lapar, cacingan, dan bahkan ada yang meninggal, bahkan sampai tidak bisa terselamatkan lagi.




PERTUMBUHAN, KESENJANGAN DAN KEMISKINAN
Kesenjangan ekonomi atau ketimpangan distribusi pendapatan antara kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan kelompok masyarakat berpendapatan rendah serta tingkat kemiskinan atau jumlah orang yang berada di bawah garis kemiskinan (poverty line) merupakan dua masalah besar di negara Indonesia.
 Versi dinamis dari Kuznet Hypothesis, menyebutkan bahwa kecepatan pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun (dasawarsa) memberikan indikasi naiknya tingkat kesenjangan pendapatan dengan memperhatikan initial level of income (Deininger & Squire, 1996). Periode pertumbuhan ekonomi yang hampir merata sering berasosiasi dengan kenaikan kesenjangan pendapatan yang menurun.

INDIKATOR KESENJANGAN DAN KEMISKINAN
Indikator kesenjangan adalah cara untuk mengukur ketimpangan distribusi pendapatan yang terjadi di suatu negara. Ada sejumlah cara untuk mengukur  tingkat  kesenjangan dalam distribusi pendapatan yang dibagi ke dalam dua kelompok pendekatan, yakni axiomatic dan stochastic dominance. Yang sering digunakan dalam  literatur adalah dari kelompok pendekatan pertama dengan tiga alat ukur, yaitu the Generalized Entropy(GE),ukuranAtkinson,dan Koefisien Gini.
Indikator kemiskinan adalah cara untuk menghitung atau mengukur tingkat kemiskinan di suatu negara.
Indikator utama kemiskinan menurut BAPPENAS dapat dilihat dari:
·         kurangnya pangan, sandang dan perumahan yang tidak layak.
·         terbatasnya kepemilikan tanah dan alat-alat produktif.
·         kuranya kemampuan membaca dan menulis.
·         kurangnya jaminan dan kesejahteraan hidup.
·         kerentanan dan keterpurukan dalam bidang sosial dan ekonomi.
·         ketakberdayaan atau daya tawar yang rendah.
·         akses terhadap ilmu pengetahuan yang terbatas.

Menurut Bank Dunia indikator kemiskinan yaitu:
·         kepemilikan tanah dan modal yang terbatas
·         terbatasnya sarana dan prasarana yang dibutuhkan, pembangunan yang biaskota
·         perbedaan kesempatan di antara anggota masyarakat
·         perbedaan sumber daya manusia dan sektor ekonomi
·         rendahnya produktivitas
·         budaya hidup yang jelek
·         tata pemerintahan yang buruk
·         dan pengelolaan sumber daya alam yang berlebihan

KEMISKINAN DI INDONESIA
           
Kemiskinan di indonesia merupakan saalah satu hal yang wajib untuk segera di atasi, karena setiap tahunnya kemiskinan di indonesia selalu mengalami peningkatan. Di daerah perkotaan seperti yang sering kita jumpai di ibu kota sangat banyaknya mereka yang hidup sangat jauh dari kata layak, dapat dilihat dari segi pekerjaan, tempat tinggal, ada yang bertahan sampai bertahun-tahun di bawah kolong jembatan, di pinggir rel kereta api, ada yang tinggal di pinggir kali, bahkan ada juga yang luntang lantung di pinggir jalan, yang menyandarkan hidupnya dari memulung, mengemis, agar dia bisa membeli makanan untuk keluarga untuk tetap bertahan hidup, bahkan tidak jarang mereka memakan makanan sisa yang mereka peroleh. Berdeda dengan masyarakat pedesaan meskipun mereka hidup miskin yang serba kekurangan tetapi dalam segi pekerjaan, mereka masih bisa bertani dan bercocok tanam, untuk memenuhi kebutuhan mereka.

            Pemerintah Indonesia belum bisa mengatasi sepenuhnya dan memberikan kehidupan yang layak bagi mereka yang kurang mampu, meski ada beberapa dari mereka yang sudah mendapat bantuan dari pemerintah, karena kemiskinan yang terjadi di negara kita Indonesia tidak sepenuhnya kesalahan dari pemerintah, seperti yang kita ketahui pada saat ini perekonomian indonesia sedang mengalami naik turun dan tidak stabil.


FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN

Faktor-faktor penyebab kemiskinan di Indonesia:
1. Tingkat pendidikan yang rendah
2. Produktivitas tenaga kerja rendah
3. tingkat upah yang rencah
4. distribusi pendapatan yang timpang
5. kesempatan kerja yang kurang
6. kualitas sumberdaya alam masih rendah
7. penggunaan teknologi masih kurang
8. etos kerja dan motivasi pekerja yang rendah
9. kultur/budaya (tradisi)
10. politik yang belum stabil


KEBIJAKAN ANTI KEMISKINAN

Untuk menghilangkan atau mengurangi kemiskinan di tanah air diperlukan suatu strategi dan bentuk intervensi yang tepat, dalam arti cost effectiveness-nya tinggi.
Ada tiga pilar utama strategi pengurangan kemiskinan, yakni :
1.      pertumuhan ekonomi yang berkelanjutan dan yang prokemiskinan
2.      Pemerintahan yang baik (good governance)
3.      Pembangunan sosial

            Selain itu pemerintah juga telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mengatasi kemiskinan yaitu:
  1. Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara konsep mencakup komponen untuk biaya operasional non personel hasil studi Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pendidikan Nasional (Balitbang Depdiknas). Namun karena biaya satuan yang digunakan adalah rata-rata nasional, maka penggunaan BOS dimungkinkan untuk membiayai beberapa kegiatan lain yang tergolong dalam biaya personil dan biaya investasi.

Melalui Program BOS yang terkait dengan gerakan percepatan penuntasan Wajar 9 Tahun, maka setiap pelaksanaan program pendidikan harus memperhatikan hal-hal berikut :

·         BOS harus menjadi sarana penting untuk mempercepat penuntasan Wajar 9 Tahun.
·         Melalui BOS tidak ada siswa miskin putus sekolah karena tidak mampu membayar iuran/pungutan yang dilakukan oleh sekolah/madrasah/ponpes.
·         Anak lulusan sekolah setingkat SD, harus diupayakan kelangsungan pendidikannya ke sekolah setingkat SMP. Tidak boleh ada tamatan SD/MI/setara tidak dapat melanjutkan ke SMP/MTs/SMPLB dengan alasan mahalnya biaya masuk sekolah.
·         Kepala sekolah/madrasah/ponpes mencari dan mengajak siswa SD/MI/SDLB yang akan lulus dan tidak berpotensi untuk melanjutkan sekolah yang ditampung di SMP/MTs/SMPLB.
·         Demikian juga apabila teridentifikasi anak putus sekolah yang masih berminat untuk melanjutkan agar diajak kembali ke bangku sekolah.

  1. Kredit Usaha Rakyat (KUR)

KUR adalah program yang dicanangkan oleh pemerintah namun sumber dananya berasal sepenuhnya dari dana bank. Pemerintah memberikan penjaminan terhadap resiko KUR sebesar 70% sementara sisanya sebesar 30% ditanggung oleh bank pelaksana. Penjaminan KUR diberikan dalam rangka meningkatkan akses UMKM-K pada sumber pembiayaan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. KUR disalurkan oleh 6 bank pelaksana yaitu Mandiri, BRI, BNI, Bukopin, BTN, dan Bank Syariah Mandiri (BSM).

  1. Program Jaminan Kesehatan Masyarakat

Kemiskinan mempengaruhi kesehatan sehingga orang miskin menjadi rentan terhadap berbagai macam penyakit, karena mereka mengalami gangguan sebagai berikut:
1. menderita gizi buruk
2. pengetahuan kesehatan kurang
3. perilaku kesehatan kurang
4. lingkungan pemukiman buruk
5. biaya kesehatan tidak tersedia

Sebaliknya kesehatan mempengaruhi kemiskinan. Masyarakat yang sehat menekan kemiskinan karena orang yang sehat memiliki kondisi sebagai berikut:
1. produktivitas kerja tinggi
2. pengeluaran berobat rendah
3. Investasi dan tabungan memadai
4. tingkat pendidikan maju
5. tingkat fertilitas dan kematian rendah
6. stabilitas ekonomi mantap

Penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin mempunyai arti penting karena 3 alasan pokok:

·         Menjamin terpenuhinya keadilan sosial bagi masyarakat miskin, sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin mutlak mengingat kematian bayi dan kematian balita 3 kali dan 5 kali lebih tinggi dibanding pada keluarga tidak miskin. Di sisi lain penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat miskin, dapat mencegah 8 juta kematian sampai tahun 2010.

·         Untuk kepentingan politis nasional yakni menjaga keutuhan integrasi bangsa dengan meningkatkan upaya pembangunan (termasuk kesehatan) di daerah miskin dan kepentingan politis internasional untuk menggalang kebersamaan dalam memenuhi komitmen global guna mnurunkan kemiskinan melalui upaya kesehatan bagi keluarga miskin.

·         Hasil studi menunjukan bahwa kesehatan penduduk yang baik, pertumbuhan ekonomi akan baik pula dengan demikian upaya mengatasi kemiskinan akan lebih berhasil.Upaya-upaya pelayanan kesehatan penduduk miskin, memerlukan penyelesaian menyeluruh dan perlu disusun strategi serta tindak pelaksanaan pelayanan kesehatan yang peduli terhadap penduduk miskin.

  1. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM)

PNPM Mandiri adalah program nasional penanggulangan kemiskinan terutama yang berbasis pemberdayaan masyarakat.

  1. Program raskin

Program Raskin merupakan subsidi pangan sebagai upaya dari Pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perlindungan pada keluarga miskin melalui pendistribusian beras yang diharapkan mampu menjangkau keluarga miskin dimana masing-masing keluarga akan menerima beras minimal 10 Kg KK per bulan dan maksimal 20 Kg KK per bulan netto dengan harga netto Rp 1.000 per kg di titik distribusi.

























PDB, pertumbuhan dan perubahan struktur ekonomi



PDB, PERTUMBUHAN DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI

PRODUK DOMESTIK BRUTO

PDB adalah nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang di produksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). seperti yang kita ketahui PDB hanya menghitung semua pendapatan faktor produksi yang terjadi di suatu negara, tanpa memperhitungkan suatu produksi tersebut memakai faktor produksi dalam negri maupum luar negri.
Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan alat pengukur dari pertumbuhan ekonomi  yang di hitung berdasarkan perkapita dan pendapatan per jam kerja.  Rumus untuk menghitung PDB dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan.

PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah:
    PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + (ekspor - impor)
Berdasarkan rumus di atas, dapat kita simpulkan apabila konsumsi bertambah makan akan berpengaruh pada PDB yang akan mengalami peningkatan juga. Begitu juga dengan Investasi, pengeluaran pemerintah dan ekspor bersih apabila mengalami peningkatan maka jumlah PDB akan meningkat, hal ini dikarenakan komponen-komponen tersebut berada dalam satu fungsi linier. Oleh karena itu, setiap negara selalu berusaha untuk meningkatkan konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, dan nilai ekspor bersih untuk mencapai hasil yang maksimal.

PDB dengan pendekatan pendapatan adalah :
    PDB = sewa + upah + bunga + laba
Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha. Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktek menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran.

PERTUMBUHAN DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI

Pertumbuhan dan perubahan struktur perekonomian merupakan sesuatu yang sangat penting di perhatikan demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di suatu negara. Karena setiap tahunnya jumlah penduduk selalu bertambah, kebutuhan konsumsi juga bertambah, maka dari itu pertumbuhan pendapatan juga harus mengalami peningkatan agar tidak terjadi kesenjangan.

Untuk dapat meningkatkan pendapatan nasional, maka pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu target yang sangat penting yang harus dicapai dalam proses pembangunan ekonomi. Oleh karena itu tidak mengherankan jika pada awal pembagnunan ekonomi suatu Negara,pada umumnya perencanaan pembangunan eknomi berorientasi pada masalah pertumbuhan. Pertumbuhan ekonomi dapat menurunkan tingkat kemiskinan dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan jumlah pekerja yang cepat dan merata.

Faktor- faktor yang menentukan terjadinya perubahan struktur ekonomi antara lain:
·         Produktivitas tenaga kerja per sektor secara keseluruhan.
·         Adanya modernisasi dalam proses peningkatan nilai tambah dari bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi.
·         Kreativitas dan penerapan teknologi yang disertai kemampuan untuk memperluas pasar produk/jasa yang dihasilkannya.
·         Kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan dan pengembangan sektor dan komoditi unggulan.
·         Ketersediaan infrastruktur yang menentukan kelancaran aliran distribusi barang dan jasa serta mendukung proses produksi.
·         Kegairahan masyarakat untuk berwirausaha dan melakukan investasi secara terus-menerus.
·         Adanya pusat-pusat pertumbuhan baru yang muncul dalam wilayah daerah.
·         Terbukanya perdagangan luar daerah dan luar negeri melalui ekspor-impor.

PERTUMBUHAN EKONOMI SELAMA ORDE BARU HINGGA SAAT INI

Sejak kemerdekaan tahun 1945 masa orde lama, masa orde baru, dan sampai saat sekarang masa reformasi, indonesia banyak memperoleh pengalaman baik di bidang politik maupun ekonomi. Pada masa ke masa indonesia juga sering mengalami naik turunnya perekonomian.

Melihat kondisi pembangunan ekonomi Indonesia selama pemerintahan orde baru (sebelum krisis ekonomi 1997) dapat dikatakan bahwa Indonesia telah mengalami suatu proses pembangunan ekonomi yang sepektakuler, paling tidak pada tingkat makro (agregat). Keberhasilan ini dapat diukur dengan sejumlah indicator ekonomi makro. Yang umum digunakan adalah tingkat PN perkapita dan laju pertumbuhan PDB pertahun. Pada tahun 1968 PN perkapita masih sangat rendah, hanya sekitar US$60.
Namun, sejak pelita 1 dimulai PN Indonesia perkapita mengalami peningkatan relatif tinggi setiap tahun dan pada akhir dekade 1980-an telah mendekati US$500. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan PDB rata-rata pertahun juga tinggi 7%-8% selama 1970-an dan turunke 3%-4% pertahun selama 1980-an. Selama 70-an dan 80-an, proses yang cukup serius, yang terutama disebabkan oleh faktor-faktor eksternal, seprti merosotnya harga miyak mentah di pasar internasional menjelang pertengahan 1980-an dan resensi ekonomi dunia pada decade yang sama. Karena Indonesia sejak pemerintahan orde baru menganut system ekonomi terbuka, 18 goncangan-goncangan eksternal seperti itu sangat terasa sangat dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi.

Selain faktor harga, ekspor Indonesia, baik komoditas primer maupun barang-barang industri maju, seperti jepang, as, dan eropa barat yang merupahkan pasar penting ekspor indonesia. Dampak negative dari resensi ekonomi dunia tahun 1982 terhadap perekonomian Indonesia terutama terasa dalam laju perumbuhan ekonomi selama 1982- 1988 jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Karena pengalaman menujukan bahwa biasanya resensi ekonomi dunialebih mengakibatkan permintaan dunia berkurang terhadap bahan-bahan baku ( yang sebagian besar di ekspor oleh NSB) daripada permintaan terhadap barang-baraang konsumsi, seperti alat-alat rumah tangga dari elektronik dan mobil (yang pada umumnya adalah ekspor Negara-negara maju).

Pada saat krisis ekonomi mencapai klimaksnya, yakni tahun 1998, laju pertumbuhan PDB jatuh dratis hingga 13,1%. Namun, padatahun 1999 kembali positif walaupun kecil sekitar 0,8% dan tahun 2000 ekonomi Indonesia sampai mengalami laju pertumbuhan yang tinggi hampir mencapai 5%. Namun, tahun 2001 laju pertumbuhan ekonomi kembali merosot hinngga 3.8% akibat gejolak politikyang sempat memanas kembali dan pada tahun 2007 laju pertumbuhan tercatat sedikit diatas 6%.
Antara tahun 1990 hingga setahun menjelang krisis ekonomi, ekonomi indonesia tumbuh rata-rata pertahun diatas 8%. Kemajuan yang dicapai oleh cina dan india memang sangat menakjubkan. Pada awal dekade 90-an, pertumbuhan ekonomi dikedua Negara besar tersebut masing-masing tercatat hanya 3,8% dan 5,3%. Namun, pada pertengahan dekade 90-an, pertumbuhan kedua Negara itu sudah menyamai bahkan melewati persentasi Indonesia. Dari sejumlah Negara ASEAN yang juga dihantam oleh krisis 1997/98, Indonesia memang paling parah dengan pertumbuhan negative hingga 13,1%,disusul kemudian oleh Thailand dengan -10,5%dan Malaysia-7,4%. Namun, yang menakjubkan dari kedua Negara tersebut setahun setelah itu ekonomi mereka mengalami pulih lebih cepat dibandingkan ekonomi Indonesia yang hanya 0,8%.

Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin membaik setelah 1998 tercerminkan pada peningkatan PDB perkapita atas dasar harga berlaku tercatat sekitar 4,8 juta rupiah. Tahun 1999 naik menjadi 5,4 juta rupiah dan berlangsung sehingga mencapai sekitar 10,6 juta rupiah tahun 2004, perkapita Indonesia pada tahun 2006 mencapai 1420 dalar AS, di atas india, tetapi masih jauh lebih rendah dibandingkan china.

Tahun 1998, sebagai akibat dari krisis ekonomi, semua komponen pengeluaran mengalami penurunan, terkecuali X, yang maengakibatkan kontraksi AD sekitar 13%. Sedangkan perkembangan X bias bertahan positif selama masa krisis terutama, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Komponen AD yang paling besar penurunannya selama 1998 adalah pembentukan modal bruto (investasi) yang merosot sekitar 33,01% dibandingkan kontraksi dari pengeluara konsumsi swasta (rumah tangga) sebesar 6,40% dan pengeluaran pemerintah sekitar 15,37%.besarnya penurunan investasi tersebut juga kelihatan jelas dari penurunan persentasenya terhadap PDB pada tahun 2000 pertumbuhan investasi (tidak termasuk perubahan stok) sempat mencapai hampir 18%, namun setelah itu merosot terus hingga negative pada tahun 2002.

Pada awalnya, salah satu faktor penting yang menyebabkan merosotnya kegiatan investasi didalam negri selama masa krisis,seperti juga dinegara-negara asia lain yang terena krisis (korea selatan dan Thailand), adalah karena kerugian besar yang dialami oleh perusahan swasta akibat depresiasi rupiah yang besar, sementara utang luar negri (ULN) nya dalam mata uang dolar AS tidak dilindungi (hedging) sebelumnya dengan kurs tertentu di pasar berjangka waktu kedepan (forward). Factor-faktor lain yang membuat lesunya komponen investasi didalam AS diantaranya adalah jatuhnya harga saham, pelarian moda ( atau arus modal keluar lebih banyak daripada arus masuk), dan resiko premium yang meningkat drastis.

FAKTOR-FAKTOR PENENTU PROSPEK PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

Ada dua faktor penentu terjadinya prospek pertumbuhan ekonomi di indonesia, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
  1. Faktor Internal
Krisis ekonomi pada tahun 1998 yang disebabkan oleh buruknya fundamental ekonomi nasional, serta lambatnya proses pemulihan ekonomi nasional pasca  peristiwa tersebut menyebabkan banyak investor asing yang enggan (bahkan hingga sampai saat ini) menanamkan modalnya di Indonesia. Kemudian proses pemulihan serta perbaikan ekonomi nasional juga tidak disertai kestabilan politik dan keamanan yang memadai, penyelesaian konflik sosial , serta tidak adanya kepastian hukum. Padahal faktor-faktor non ekonomi inilah yang merupakan aspek penting dalam menentukan tingkat resiko yang terdapat di dalam suatu Negara untuk menjadi dasar keputusan bagi para pelaku usaha atau investor terutama asing, untuk melakukan usaha atau menginvestasikan modalnya di Negara tersebut

  1. Faktor Eksternal
Kondisi perdagangan dan perekonomian regional serta dunia merupakan faktor eksternal yang sangat penting untuk mendukung proses pemulihan ekonomi di Indonesia. Karena pada dasarnya apabila kondisi perdagangan dan perekonomian  Negara-negara tersebut terutama mitra Indonesia sedang melemah, maka akan  berdampak pula pada proses pemulihan yang akan semakin mengulur waktu dan akibatnya dapat menghambat kemajuan perekonomian di Indonesia.

PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI
           
 Perubahan struktur ekonomi merupakan perubahan struktur ekonomi disebut transpormasi struktural, artinya rangkaian perubahan yang saling terkait satu dengan yang lainnya.

Ada 2 teori yang umum digunakan dalam penganalisis perubahan struktur ekonomi.
  1. Teori Migrasi (Arthus Lewis),
Teori ini menjelaskan bahwa ekonomi suatu negara pada dasarnya terbagi menjadi 2 yaitu Perekonomian Tradisional dipedesaan yang didominasi oleh sektor pertanian, dan Perekonomian Modern diperkotaan dengan industri sebagai sektor utama.
  1. Teori Transpormasi struktural (Hollis Chenery),
 Teori ini mempokuskan pada perubahan struktur dalam tahapan proses perubahan ekonomi di LDCs, yang mengalami transportasi dari pertanian tradisional ke sektor industri sebagai mesin utama penggerak pertumbuhan ekonomi.

Empat faktor yang menunjukkan kenaikan produksi sektor industri manufaktur sebagai berikut :
·         Kenaikan permintaan domestik, yang memuat permintaan langsung untuk produk industri manufaktur plus efek tidak langsung dari kenaikan permintaan domestik untuk produk sektor-sektor lainnya terhadap industri manufaktur.
·         Perluasan ekspor atau efek ttal dari kanaikan jumlah ekspor terhadap produk idustri manufaktur.
·         Substitusi imfor atau efek total dari kenaikan proporsi permintaan di tiap sektor yang dipenuhi lewat produksi domestik terhadap output industri manufaktur.
·         Perubahan teknologi, atau efek total dari perubahan koefisien infut-outfut di dalam perekonomian akibat kenaikan upah dan tingkat pendapatan terhadap sektor industri manufaktur.





















 http://www.tenagasosial.com/2013/08/perubahan-struktur-ekonomi-indonesia













Minggu, 10 Mei 2015

pengelolaan sumber daya alam di indonesia



PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA

MASALAH SUMBER DAYA ALAM

Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, sumber daya alam di Indonesia terbagi menjadi dua, sumber daya alam yang dapat di perbarui dan sumber daya alam yang tidak dapat  di perbarui. Sumberdaya alam di indonesia bermacam ragam mulai dari sumber daya alam hayati, tumbuhan, hewan, dan bentang alam. Selain itu indonesia juga merupakan negara yang memiliki hutan tropis terluas ketiga didunia dengan memiliki cadangan minyak bumi, gas alam, emas, tembaga, batu bara dan lain sebagainya.

Selain itu, Indoensia memiliki tanah dan area lautan yang luas, dan kaya dengan berjenis-jenis ekologi. Menempati hampir 1.3 persen dari wilayah bumi, mempunyai kira-kira 10 persen jenis tanaman dan bunga yang ada di dunia, 12 persen jenis binatang menyusui, 17 persen jenis burung, 25 persen jenis ikan, dan 10 persen sisa area hutang tropis, yang kedua setelah Brazil (world Bank 1994).

Walaupun demikian persoalan tentang pengelolaan sumber daya alam hanya mendapat perhatian sedikit dari para pengambil kebijakan, masyarakat tidak bisa memanfaatkan sumberdaya alam yang kita miliki dengan baik, padahal seperti yang kita ketahui sumberdaya alam adalah sebagai penunjang kehidupan kita semua. Adapun  masalah sumber daya alam yang timbul disebabkan oleh kerusakan aliran sungai karena penabngan liar dan konvensi lahan, Rusaknya habitat ekosistem pesisir seperti deforestasi hutan mangrove telah mengakibatkan erosi pantai dan berkurangnya keanekaragaman hayati (biodiversity), penambangan liar yang merusak lingkungan, ekploitasi berlebihan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dan lain sebagainya.

KEBIJAKAN SUMBER DAYA ALAM STRUKTUR PENGUASAAN SUMBER DAYA ALAM

Pengolahan sumberdaya alam yang baik akan berpengaruh kepada kehidupan masyarakat indonesia, maka sebaliknya jika pengolahan sumber daya alam tidak berjalan dengan baik ini merupakan permasalahan yang sangat serius dan berkesinambungan jika tidak segera di atasi oleh pihak yang berwenang. Permasalahan ini tidak sepenuhnya kesalahan pemerintahan saja melainkan disebabkan oleh kelalaian manusia tidak mematuhi peraturan-peraturan yang telah di tetapkan, dan berani melanggar peraturan-peraturan tersebut tanpa mempertanggung jawabkannya.

Maka dengan hal ini pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan sumber daya alam, antara lain:
Ø  Mengelola sumber daya alam dan memelihara daya dukungnya agar bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat dari generasi ke generasi.
Ø  Meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan melakukan konservasi, rehabilitasi dan penghematan penggunaan, dengan menerapkan teknologi ramah lingkungan.
Ø  Menerapkan indikator-indikator yang memungkinkan pelestarian kemampuan keterbaharuan dalam pengelolaan sumber daya alam yang dapat diperbaharui untuk mencegah kerusakan yang tidak dapat balik.
Ø  Mendelegasikan secara bertahap wewenang pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam pelaksanaan pengelolaan sumber daya alam secara selektif dan pemeliharaan lingkungan hidup sehingga kualitas ekosistem tetap terjaga, yang diatur dengan undang-undang.
Ø  Mendayagunakan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dengan memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup, pembangunan yang berkelanjutan, kepentingan ekonomi dan budaya masyarakat lokal serta penataan ruang, yang pengusahaannya diatur dengan undang-undang.
Ø  Mengelola sumber daya alam, yang dapat diperbaharui maupun tidak melalui penerapan teknologi ramah lingkungan dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampungnya.

DOMINASI SUMBER DAYA ALAM DI INDONESIA

Seperti yang telah kita ketahui bahwa negara indonesia ini memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah, selain memiliki hasil pertanian yang bnyak, indonesia juga memiliki hutan tropis yang sangat luas seperti minyak bumi, gas alam, emas, tembaga dan lain sebagainya. Indonesia juga memiliki laut yang luas yang memiliki ekologi yang bermacam ragam, dengan hal ini kita bisa melihat bahwa sumber daya alam indonesia tidak diragukan lagi, namun sayangnya masyarakat indonesia tidak mampu mengolahnya dengan baik disebabkan keterbatasan modal dan pengetahuan yang minim, maka  perusahaan tambang  asing lebih dominan dibandingkan dengan kepemilikan perusahaan tambang domestik. Hal ini disebabkan karena pemerintah Indonesia membuka peluang yang sanagt besar kepada pemilik modal asing untuk menguasai sumber daya alam Indonesia secara berlebih.

Perusahaan tambang asing yang menguasai sumber daya alam indonesia mengekploitasi hasil SDA secara berlebihan tanpa memikirkan kerusakan yang terjadi di negara kita, hal ini sangat membahayakan lingkungan dan kehidupan bangsa indonesia.

Maka dari itu pemerintah harus cepat bertindak dan mengembalikan sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak ke tangan negara dari kepemilikan perusahaan asing, Apabila hal ini tidak segera dilakukan, sumber daya alam Indonesia semakin lama akan terus habis dinikmati oleh pihak asing. Sementara Indonesia hanya menjadi penonton di negeri sendiri melihat pihak asing menikmati hasil bumi Indonesia.